TASIKMALAYA, (PJNN) – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya Kota terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku pengeroyokan yang terjadi di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. Aksi tersebut menimpa kepada dua pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK) kelas XI, berinisial MA dan F, yang masih berusia 17 tahun. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota Ajun Komisaris Herman Saputra mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tindak kekerasan tersebut.
”Masih penyelidikan. Kita juga masih nanya sejumlah saksi yang ada di lokasi. Bukti CCTV-nya kita kumpulkan untuk dianalisis,” ujarnya, Jumat 19 Desember 2025. Herman menerangkan, pihak kepolisian sudah memeriksa sebanyak empat orang saksi dari peristiwa tersebut.
”Empat orang yang kami bawa ke kantor untuk diperiksa. Ngobrol saja untuk kesaksian mereka,” katanya. Kendati begitu, Herman menjelaskan, dalam penyelidikan kasus pengeroyokan ini masih menghadapi sejumlah kendala. Pasalnya, kualitas rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian tergolong buruk. Menurut dia, posisi kamera yang terlalu jauh membuat gambar yang terekam tidak jelas, sehingga menyulitkan polisi untuk memastikan kendaraan yang digunakan oleh para pelaku.
Banyak kualitas CCTV yang jelek karena posisinya jauh. Jadi hanya terlihat lewat-lewat saja, dan kami masih memastikan kendaraan apa yang digunakan oleh mereka. Jaraknya jauh, jadi gambarnya tidak jelas,” ujarnya. Meski demikian, katanya, polisi telah mengantongi sejumlah nama yang dicurigai sebagai pelaku. Dugaan tersebut didasarkan pada kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya di sekitar lokasi kejadian. ”Ada beberapa orang yang dicurigai, tapi masih dalam tahap pendalaman,” ucapnya.
(Hendra).
















