banner 728x250
Berita  

Sukabumi Hentikan Status Tanggap Darurat Banjir, Pemkab Fokus ke Pemulihan Korban.

banner 120x600

Sukabumi, (PJNN) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi resmi menghentikan masa tanggap darurat bencana banjir bandang di Kecamatan Cisolok dan Cikakak. Status penanganan kini beralih ke masa Transisi Pemulihan yang fokus pada aspek teknis dan perbaikan infrastruktur.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, dan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sukabumi, Eki Radiana Rizki, setelah rapat evaluasi penanganan bencana yang telah berjalan selama lima hari.

Wakil Bupati H. Andreas menjelaskan bahwa perubahan status ini merupakan langkah maju untuk mempercepat pemulihan teknis, berkaca dari pengalaman penanganan sebelumnya.

“Tahun 2004-2007 akhirnya ada gebrakan yang bisa menghentikan masalah darurat menjadi masalah transisi. Kalau dinilai dari beberapa persen itu sudah dianggap baik, walaupun tidak 100 persen. Ini kan masalah transisi itu tidak menghentikan bantuannya,” ujar H. Andreas, Sabtu (1/11/2025).

Ia memastikan bahwa perangkat desa (Kades) maupun camat tidak perlu khawatir, karena kegiatan kemanusiaan dan bantuan sosial masih tetap berjalan meskipun statusnya berganti.

“Hanya saja, tinggal memastikan kepada masyarakat bahwa ketika masa tanggap darurat bencana menjadi masa transisi, bukan berarti bantuan sosialnya terputus kemudian pemulihan di daerahnya itu terputus. Itu tidak,” tegasnya.

Masa transisi ini menandai pergeseran fokus penanganan. Jika sebelumnya fokus di bawah BPBD, kini penanganan teknis infrastruktur akan dikoordinasikan sesuai kewenangan masing-masing instansi.

“Artinya ini di masa-masa teknis, di mana nanti kalau misalnya jembatan terkait, kemudian saluran sungai, itu berkaitan dengan provinsi. Itu yang nanti masuknya ke dalam provinsi. Ini masing-masing berkaitan tugasnya, tapi kalau masa tanggap darurat bencana masih fokus di BPBD,” jelasnya.

Menurutnya, Pemkab ingin pemulihan dapat berjalan cepat. “Artinya kita mau cepat pemulihan atau mau berlama-lama di tanggap darurat. Yang pastinya ingin cepat selesai dan ingin cepat masalah-masalah tadi secara teknis bisa teratasi dengan cepat,” tambahnya.

 

 

(Fahri). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *