banner 728x250

Permintaan Gerbang Tol Getaci di Kab Tasikmalaya, dari 3 Kemungkinan Hanya Dikabulkan 2

banner 120x600

TASIKMALAYA,(PJNN) – Telah ada kepastian jika proyek jalan Tol Getaci yang melewati kota-kota di wilayah Priangan Timur akan menjalani proseslelang dilanjut pembangunan konstruksi di tahun 2026 dan diagendakan akan mulai beroperasi di tahun 2029.

Namun target lelang dan mulai dibangun di 2026 serta beroperasional di 2029 tersebut untuk sementara tidak sampai Cilacap tapi hanya sampai Kota Tasikmalaya terlebih dahul.

Pemangkasan jarak menjadi sampai Tasikmalaya itu dilakukan demi meningkatkan minat serta kesanggupan para investor untuk menggarap proyek Jalan Tol Getaci agar cepat terwujud.

Dan setelah dilakuan pemangkasan, ditegaskan Menteri PU Dody Hanggodo, proyek jalan Tol Getaci ruas Gedebage-Tasikmalaya kini

berpotensi lebih cepat terealisasi karena memiliki daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas (traffic) yang lebih tinggi.

“Ruas Gedebage-Tasikmalaya dan Sentul Selatan-Karawang Barat berpotensi lebih cepat terealisasi karena memiliki daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas (traffic) yang lebih tinggi,” ujar Dody.

Selain fokus ke pembangunan fisik konstruksi jalan tol, Menteri PU juga menjelaskan, pemerintah melakukan diskusi intensif dengan

kepala daerah untuk menentukan lokasi pintu keluar tol (gerbang tol) agar mampu mendorong pemerataan ekonomi di setiap wilayah.

Hanya Ada 2 Gerbang Tol

Menyoal gerbang tol, di masa pemerintahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Sekda Pemkab Tasikmalaya Mohamad Zen, pernah mengatakan pihaknya sedang mengusulkan tambahan adanya Gerbang Tol Getaci di wilayahnya.

Pertimbangannya kata dia, wilayah Kabupaten (Kab) Tasikmalaya yang sangat luas dan keberadaan Tol Getaci sangat dibutuhkan oleh masyarakatanya.

Gerbang Tol Getaci baru yang diusulkan itu, berada di Jalan Cisinga. Gerbang tol ini untuk mengakomodir akses keluar masuk kendaraan dari dan ke Ciawi yang berada di wilayah Utara. Menurut Mohamad Zen, pertimbangan lain pihaknya mengusulkan Gerbang Tol Getaci atau exit tol baru di Cisinga karena laju perekonomian di Utara (Ciawi) dan sekitarnyam perekonomiannya tumbuh pesat disamping alasan ada pasar dan terminal. “Kami mengusulkan (Gerbang Tol Getaci) jadi tambah satu. Kami usulkan yang ke akses Jalan Cisinga, biar ke wilayah utara lebih mudah (terakomodir)”, kata Zen kala itu.

Namun kabar terbaru menyebutkan, permintaan tambahan gerbang Tol Getaci di Cisinga sepertinya tidak akan dikabukan, Pasalnya, untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya, rencana exit tol atau gerbang Tol Getaci hanya berada di dua titik yakni Kecamatan Singaparna dan Manonjaya atau Cineam. Bocoran ini muncul setelah Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya berkunjung dan melakukan konsultasi dan menanyakan progres terkini pembangunan Tol Getaci dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta.

“Untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya, rencana exit tol berada di dua titik yakni Kecamatan Singaparna dan Manonjaya atau Cineam,” kata Usman Kusmana, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, dikutip dari media online lokal.

Pembebasan Lahan Belum Akan Masuk Tasikmalaya Sementara itu, masih hasil dari konsultasi ke Bappenas, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Gumilar Akhmad Purbawisesa, mengatakan pelaksanaan pembebasan lahan Tol Getaci belum akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. “Untuk rencana pembebasan lahan Tol Getaci itu masih sangat jauh, jadi belum dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya, baru sampai Garut itu pun baru sebagian,” kata Gumilar.

 

 

(Nurmala).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *