banner 728x250

Longsor Tasikmalaya Hancurkan Rumah Warga, 2 Keluarga Selamat dari Tebing 8 Meter

banner 120x600

TASIKMALAYA, (PJNN) – Bencana longsor menerjang permukiman warga di Kampung Jalan Anyar, Desa Sukasenang, Kecamatan Tan­jungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu 23 November 2025 malam. Peristiwa nahas ini dipicu oleh hujan deras berkepanjangan yang mengakibatkan tebing setinggi 8 meter ambruk dan menghancurkan satu rumah.

Rumah yang mengalami ke­­rusakan paling parah ada­lah milik Emput, yang di-ting­gali oleh dua ke­luarga, dengan total empat jiwa. Insiden yang terjadi seki­tar pukul 21.30 itu menyebab­kan bagian belakang ba­ngunan nyaris rata dengan ta­nah. Hal ini pun menimbulkan kerugian material yang ditaksir cukup besar.

”Curah hujan di lokasi sa­ngat lebat dan terjadi terus-menerus. Tanah yang berada di belakang rumah korban tidak kuat menahan beban air dan longsor pun tak terhindarkan,” ujar Ketua Forum Koordinasi Tagana Ka­bupaten Tasikmalaya Jembar Adisetiya.

Meski beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, dam­pak longsor tidak hanya ber­henti pada satu rumah. Dua rumah lain yang berada di lokasi berdekatan, milik Iip dan Anis, kini berada dalam kondisi terancam. Tim ga­bungan telah me­ma­­­sang ga­ris pengamanan dan menge­luarkan pe­ri­ngat­an keras bagi warga di area tersebut. Jem­bar mengata­kan, lang­kah mitigasi segera harus dilakukan, mengingat potensi hujan deras susulan.

Pascakejadian, Tim Taga­na, Dinas Sosial PPKBP3A Ka­bupaten Tasikmalaya, ber­­sama perangkat desa dan war­ga setempat, telah me­la­kukan asesmen awal terha­dap kondisi kerusakan. Me­reka juga mengevakuasi ba­rang-barang yang masih bisa diselamatkan dan menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah dampak susulan.

”Kami masih melakukan pe­mantauan dan koordinasi lanjutan untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar. Jika diperlukan, bisa dilakukan relokasi sementara bagi warga terdampak,” kata Jembar.

Pemerintah desa dan Ta­ga­na Kabupaten Tasikma­la­ya kini mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah berbukit dan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim hujan. Warga di­minta segera mencari tempat aman jika intensitas hujan tinggi terjadi ma­lam hari.

Retak
Sementara itu, di Ku­ning­an, sebuah rumah milik Atani, di Dusun Pahing, Desa Bunigeulis, Kecamatan Han­tara, mengalami retak-retak, di bagian dapur dan kamar mandi. Hal itu diduga terjadi karena pergeseran ta­nah, Minggu 23 November 2025.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ka­bupaten Kuningan Indra Bayu Permana menyebut, pergerakan tanah di bagian fondasi rumah mengakibatkan pergeseran panjang 12 meter dan lebar 7 sentimeter.

 

 

(Nurmala). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *