banner 728x250
Berita  

Penyambungan Pipa Mangli Dinilai Tidak Matang, Warga Keluhkan Lambatnya Respons Tirta Aji ‎

banner 120x600

WONOSOBO, (PJNN) – Sejumlah warga di wilayah pelayanan Cabang Selomerto mengeluhkan lambatnya penanganan gangguan air bersih yang berlangsung hampir tiga hari terakhir. Mereka menilai Perumda Tirta Aji kurang siap dalam melakukan pekerjaan penyambungan pipa transmisi di jalur Mangli, yang berujung pada terhentinya pasokan air lebih lama dari yang dijanjikan.

‎Gangguan mulai dirasakan sejak Minggu (23/11/2025), sesaat setelah proses penyambungan pipa 250 mm sepanjang 500 meter dilakukan sebagai bagian dari peremajaan jaringan. Warga menilai informasi terkait potensi dampak, durasi pekerjaan, maupun mitigasi risiko tidak disampaikan secara transparan sejak awal.

‎‎“Waktu itu diberi tahu hanya gangguan sebentar. Nyatanya air mati berhari-hari. Banyak warga yang kesulitan, apalagi yang tidak sempat menampung air sebelumnya,” ujar Nur Afifah, warga Kalierang, Kamis (27/11/2025).

‎Kondisi diperparah dengan rusaknya pompa utama ketika proses pengaliran ulang hendak dilakukan. Meski perbaikan dilakukan dua hari kemudian, warga menilai Tirta Aji seharusnya dapat memperkirakan risiko teknis serta menyiapkan alternatif lebih cepat agar suplai air tidak terhenti terlalu lama.

‎Beberapa warga juga menyebut layanan dropping air belum menjangkau seluruh titik terdampak secara merata. “Droping datang, tapi tidak sering. Kadang harus rebutan. Harusnya ada skema lebih jelas dan giliran yang teratur,” kata Fahri warga kalierang.

‎Sejumlah tokoh masyarakat menilai koordinasi dengan pihak desa juga terlambat, sehingga warga tidak mendapatkan informasi yang akurat sejak awal gangguan terjadi. Akibatnya, keresahan muncul dan sebagian warga sempat berinisiatif mencari sumber air alternatif secara mandiri.

‎Warga berharap Tirta Aji melakukan evaluasi total terhadap perencanaan teknis maupun komunikasi publik agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka menilai perusahaan harus memprioritaskan keandalan layanan, terutama pada proyek yang berpotensi mengganggu kebutuhan dasar rumah tangga.

 

 

(Nasirin). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *