WONOSOBO, (PJNN) — Desa Kebrengan di Kecamatan Mojotengah dilanda bencana alam angin puting beliung yang disertai hujan deras dan petir pada Kamis (4/12).
Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada 34 rumah warga, meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Kerugian total diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro, menjelaskan bahwa angin puting beliung menerjang desa tersebut tepat pukul 12.41 siang.
“Dalam hitungan menit, angin puting beliung yang muncul bersamaan dengan hujan deras menyapu 34 rumah warga,” ujarnya
Kerusakan terparah terjadi pada bagian atap rumah. Banyak atap yang terbuat dari seng hilang terbawa angin.
Sumekto merinci tingkat kerusakan dengan tiga kategori: sembilan rumah mengalami kerusakan berat, 22 rumah rusak sedang, dan tiga rumah rusak ringan. Estimasi nilai kerugian mencapai Rp150 juta.
“Tidak ada korban jiwa atau luka,” tambahnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, tim BPBD Wonosobo bersama para relawan segera bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Mereka membantu mengumpulkan atap yang berserakan serta mendirikan posko untuk memudahkan koordinasi penanganan bencana.
“Tim dan relawan sudah bergerak. Saat ini, kebutuhan mendesak bagi warga adalah bahan-bahan untuk perbaikan atap seperti terpal, paku, glogor, seng dan juga permakanan,” kata Sumekto lebih lanjut.
Angin puting beliung ini memang seringkali datang tiba-tiba tanpa peringatan panjang dan dapat menimbulkan kerusakan signifikan dalam waktu singkat.
Masyarakat setempat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat cuaca menunjukkan tanda-tanda ekstrem seperti hujan deras disertai petir.
Desa Kebrengan sendiri dikenal sebagai daerah padat penduduk di Mojotengah sehingga dampak dari bencana alam seperti ini dapat dirasakan oleh banyak orang dalam komunitas tersebut.
Banyak warga terpaksa menggantungkan harapan pada gotong royong dan bantuan pemerintah serta lembaga kemanusiaan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka yang rusak parah.
Kondisi pasca-bencana terlihat memprihatinkan dimana banyak rumah hanya menyisakan dinding tanpa atap yang melindungi dari hujan.
Keberhasilan upaya pemulihan sangat bergantung pada seberapa cepat bantuan material tiba dan seberapa solid koordinasi antar lembaga penanggulangan bencana serta masyarakat setempat.
Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam seperti angin puting beliung ini, BPBD bersama pemerintah daerah setempat berencana mengadakan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana kepada warga Desa Kebrengan di masa mendatang.
Kecepatan respon dari pihak terkait ditambah dengan solidaritas masyarakat menjadi kunci utama dalam pemulihan pasca-bencana ini.
Tanpa adanya korban jiwa merupakan sebuah pencapaian positif namun tetap diperlukan langkah antisipatif agar kedepannya dampak serupa dapat diminimalisir sedini mungkin.
Dengan kejadian ini diharapkan menjadi pengingat bagi wilayah lain yang rawan terhadap bencana serupa agar senantiasa siaga dan melakukan persiapan matang guna menghadapi kemungkinan buruk akibat cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi belakangan akibat perubahan iklim global.
(Nasirin).
















