Wonosobo, (PJNN) — Arus kendaraan yang masuk ke Kabupaten Wonosobo diprediksi melonjak pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Wonosobo memetakan potensi kenaikan volume lalu lintas dari berbagai arah, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat regional maupun nasional.
Kepala Disperkimhub Wonosobo Agus Susanto mengatakan, mengacu data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan RI dan pemantauan Traffic Monitoring Center (TMC), pergerakan orang masuk ke Provinsi Jawa Tengah diproyeksikan mencapai 20,23 juta orang.
Angka tersebut naik 2,71 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya dan dipastikan berdampak pada lonjakan kendaraan menuju Wonosobo.
“Pada Nataru 2024/2025, kendaraan yang masuk ke Wonosobo tercatat 472.256 unit dengan pergerakan orang mencapai 708.789 orang. Tahun ini, kecenderungan kenaikannya masih sangat kuat,” kata Agus, saat dikonfirmasi seusai mengikuti rapat high level meeting persiapan Nataru 2025 di Pendopo Kabupaten, Senin (15/12/2025).
Disperkimhub memprediksi arus kendaraan masuk ke Wonosobo akan didominasi empat ruas utama.
Dari arah Banjarnegara diperkirakan melintas 106.905 kendaraan, Purworejo 122.515 kendaraan, Parakan 131.710 kendaraan, dan Dieng 124.203 kendaraan. Total pergerakan orang dari empat jalur tersebut diperkirakan menembus lebih dari 727 ribu orang selama periode Nataru.
Tingginya volume kendaraan tersebut, lanjut Agus, berpotensi memicu kepadatan di sejumlah titik rawan.
Terutama jalur wisata, pasar tumpah, dan simpang dengan aktivitas tinggi. Karena itu, Disperkimhub menyiapkan langkah pengendalian lalu lintas sebagai respons atas prediksi lonjakan kendaraan tersebut.
“Prediksi ini menjadi dasar kami menyiapkan rekayasa lalu lintas, pembatasan angkutan barang tertentu, serta optimalisasi jalur alternatif agar arus tetap terkendali,” tegasnya.
Untuk mendukung pengamanan dan pelayanan, Disperkimhub menyiagakan delapan pos pelayanan di titik-titik strategis serta melakukan traffic counting di empat ruas utama guna memantau dinamika volume dan karakteristik kendaraan secara berkala.
(Nasirin).
















