banner 728x250
Berita  

Wali Kota Bandung mengharapkan HPN 2026 perkuat peran pers guna membangun bangsa.

banner 120x600

Bandung, (PJNN) – Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Muhammad Farhan berharap peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran pers dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaulat.

Farhan menilai HPN tahun ini memiliki arti penting di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi digital dan platform media sosial.

“Hari pers ini memang sangat kita tunggu-tunggu, karena tahun ini menjadi salah satu tahun yang sangat penting bagi pelaku dunia pers di Indonesia untuk melakukan repositioning,” ujar Farhan di Bandung, Senin.

Ia mengatakan kehadiran media sosial turut melahirkan fenomena citizen journalism yang mempercepat arus informasi di masyarakat, sehingga media arus utama dituntut mampu beradaptasi tanpa mengabaikan kualitas serta akurasi pemberitaan.

“Karena lanskap media sekarang sudah jauh berbeda. Jurnalismenya juga mengedepankan karakteristik citizen journalism,” katanya.

Menurut Farhan, tantangan utama insan pers bukan hanya soal kecepatan menyampaikan informasi, melainkan menjaga kredibilitas melalui proses verifikasi yang ketat.

“Maka yang perlu kita pelajari bersama adalah bagaimana merespons kecepatan dan arah arus informasi yang tiba ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan proses pembentukan narasi yang sebelumnya memerlukan waktu panjang kini harus dilakukan dalam hitungan jam, sehingga redaksi media perlu semakin adaptif dan kolaboratif.

“Pembentukan narasi yang biasanya butuh waktu berminggu-minggu, sekarang harus selesai hanya dalam waktu beberapa jam,” katanya.

Farhan juga menyinggung tema HPN 2026 yang digelar di Serang, Banten, yakni “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Menurutnya, tema tersebut relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

Ia menilai kualitas demokrasi serta daya saing ekonomi sangat dipengaruhi oleh mutu informasi yang beredar di ruang publik.

“Pers yang sehat bukan hanya bebas, tetapi juga profesional, beretika, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan informasi yang akurat dan berimbang menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kritis sekaligus produktif.

 

(Gilang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *