banner 728x250
Berita  

Pemuda di Wonosobo Terluka Parah akibat Petasan yang Dirakitnya Pakai Gerinda Meledak, Dentuman Kagetkan Warga

banner 120x600

WONOSOBO, (PJNN) – Ledakan keras mengagetkan warga wilayah Pandansari, Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah,

Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB itu mengakibatkan seorang pemuda berinisial FR mengalami luka bakar dan luka robek di sejumlah bagian tubuh.

Beruntung nyawanya masih selamat meskipun harus terluka parah.

Peristiwa tersebut bermula saat korban bersama seorang rekannya berinisial AR diduga tengah merakit petasan di dalam rumah seorang warga berinisial M.

Namun, proses perakitan yang menggunakan peralatan mesin justru berujung petaka. Kapolsek Kertek, AKP Sutono mengatakan, informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 23.00 WIB, FR dan AR membeli bubuk mercon di Dusun Siono, Desa Bojasari, Kecamatan Kertek.

Setelah itu, keduanya menuju rumah M untuk merakit petasan secara manual menggunakan gulungan kertas sebagai selongsong.

“Tidak hanya menggunakan bahan tradisional, proses pembuatan petasan tersebut juga memanfaatkan peralatan berupa tabung (tank) dan mesin gerinda pemotong besi,” kata kapolsek pada Jumat (20/2/2026)

Diduga kuat, percikan api dari mesin gerinda yang digunakan untuk memotong besi menyambar bubuk mercon yang tengah dirakit. Ledakan pun tak terhindarkan.

Dentuman di tengah malam kagetkan warga Suara dentuman keras sempat membuat warga sekitar terkejut dan keluar rumah untuk mencari tahu sumber suara.

Beberapa warga yang mendekat mendapati FR dalam kondisi terluka akibat ledakan tersebut. Kepala SPK Kertek bersama anggota Polsek Kertek langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Baca juga: Rakit Petasan Pakai Kaleng Susu, 2 Remaja di Sampang Alami Luka Bakar Kapolsek Kertek, AKP Sutono, mengatakan bahwa korban mengalami luka cukup serius akibat ledakan tersebut.

Kepala SPK Kertek bersama anggota Polsek Kertek langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Kapolsek Kertek, AKP Sutono, mengatakan bahwa korban mengalami luka cukup serius akibat ledakan tersebut.

“Korban langsung dibawa warga ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Sutono.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, FR mengalami luka bakar dan luka robek pada kedua tangan, dada, wajah, serta paha.

Meski mengalami luka di beberapa bagian tubuh, korban dilaporkan dalam kondisi sadar saat mendapatkan perawatan medis. Sutono menjelaskan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, termasuk menelusuri asal-usul bahan peledak yang digunakan.

“Kami masih melakukan penyelidikan, terutama untuk mengetahui dari mana bahan petasan itu diperoleh. Jika ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Menurut dia, pembuatan, penyimpanan, hingga penggunaan bahan peledak tanpa izin merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Kapolsek menyebut, selain risiko ledakan, penggunaan mesin gerinda dalam proses perakitan bahan peledak dinilai sangat berbahaya karena percikan api yang dihasilkan dapat dengan mudah menyulut bubuk mercon. Jangan buat petasan ilegal Kapolsek juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak tergoda membuat atau membeli petasan ilegal.

Selain berisiko menimbulkan cedera serius, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli, menyimpan, maupun merakit bahan peledak secara ilegal. Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan sampai ingin merayakan sesuatu justru berujung petaka,” katanya.

Belasan karung kain berisi bubuk mesiu siap jadi bahan petasan diamankan di lokasi kejadian.

di Situbondo Tewas Tertimpa Reruntuhan Ledakan Bubuk Petasan Total ada 14 karung kain ukuran kecil sampai besar berisi bubuk mesiu yang akan diselundupkan dan diedarkan di Jawa Timur. Hingga kini, polisi masih mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut. Sementara itu, kondisi korban masih dalam pemantauan tim medis. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya proses hukum lanjutan apabila ditemukan unsur pelanggaran dalam kepemilikan maupun peredaran bahan peledak yang digunakan dalam insiden tersebut.

 

(Nasirin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *