banner 728x250

Harga Pangan 28 Februari 2026: Cabai Rawit Turun, Gula dan Minyak Goreng Naik

banner 120x600

JAKARTA, (PJNN) – Harga sejumlah komoditas pangan nasional menunjukkan pergerakan yang beragam pada Jumat, 27 Februari 2026.

Berdasarkan data Panel Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional untuk pasar tradisional, mayoritas bahan pokok mengalami kenaikan harga. Namun, cabai rawit justru mencatat penurunan cukup dalam.

Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat pada pekan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Kelompok beras terpantau mengalami kenaikan pada hampir semua kualitas. Beras kualitas bawah I naik 4,86 persen atau Rp700 menjadi Rp15.100 per kilogram.

Sementara beras kualitas bawah II naik 1,04 persen atau Rp150 menjadi Rp14.600 per kilogram.

Untuk beras kualitas medium I, harga naik 3,13 persen atau Rp500 menjadi Rp16.450 per kilogram.

Beras medium II mencatat kenaikan lebih tinggi, yakni 5,4 persen atau Rp850 menjadi Rp16.600 per kilogram.

Adapun beras kualitas super I berada di level Rp17.150 per kilogram atau stabil. Beras super II naik tipis 0,3 persen atau Rp50 menjadi Rp16.750 per kilogram.

Kenaikan merata pada kelompok beras menunjukkan adanya tekanan permintaan yang mulai meningkat menjelang puncak konsumsi Ramadan.

Berbeda dengan beras, kelompok cabai menunjukkan dinamika yang kontras. Cabai merah besar naik 1,66 persen atau Rp800 menjadi Rp49.000 per kilogram.

Cabai merah keriting bahkan melonjak 7,01 persen atau Rp3.650 menjadi Rp55.750 per kilogram. Namun, cabai rawit hijau turun tajam 11,75 persen atau Rp6.650 menjadi Rp49.950 per kilogram.

Cabai rawit merah juga turun 3,24 persen atau Rp2.750 menjadi Rp82.050 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, pergerakan harga relatif lebih terkendali. Daging ayam ras segar turun tipis 0,71 persen atau Rp300 menjadi Rp42.250 per kilogram.

Daging sapi kualitas I turun 2,51 persen atau Rp3.650 menjadi Rp141.550 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas II justru naik 0,69 persen atau Rp950 menjadi Rp138.150 per kilogram.

Kenaikan cukup mencolok terjadi pada kelompok gula dan minyak goreng.

Gula pasir premium melonjak 12,59 persen atau Rp2.500 menjadi Rp22.350 per kilogram. Gula pasir lokal naik 3,79 persen atau Rp700 menjadi Rp19.150 per kilogram.

Minyak goreng curah naik 2,37 persen atau Rp450 menjadi Rp19.400 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I naik 4,19 persen atau Rp950 menjadi Rp23.600 per liter.

Sementara minyak goreng kemasan bermerek II naik 3,46 persen atau Rp750 menjadi Rp22.400 per liter.

Telur ayam ras segar tercatat naik 4,93 persen atau Rp1.600 menjadi Rp34.050 per kilogram.

Secara umum, data 27 Februari 2026 menunjukkan kecenderungan kenaikan pada sebagian besar komoditas pangan. Cabai rawit menjadi pengecualian dengan penurunan harga yang cukup signifikan.

Tren ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan pada awal Ramadan.

Jika tekanan permintaan terus meningkat, potensi kenaikan harga pada komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng masih perlu diantisipasi dalam beberapa hari ke depan.

 

 

 

(Heryanto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *