Subang, (PJNN) – Kabar baik, datang untuk warga Desa Ciasem Tengah, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang. TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0605/Subang, saat ini sedang mempersiapkan pembangunan jembatan ARMCO yang akan menghubungkan jalan kabupaten dengan jalur Pantura.
Babinsa Desa Ciasem Tengah, Serka Jamaluddin Koramil 0506/Ciasem Tengah menyebut, saat dirinya melaksanakan survei kelokasi, untuk rencana pembangunan jemabatan ARMCO, banyak warga yang berharap kepada TNI, untuk segera di bangunkan jembatan.
“Waktu survei, banyak ibu-ibu yang nyamperin nanya kapan mulai. Ada yang bawa kopi buat anggota. Dari situ kami makin semangat, karena ini bukan proyek TNI aja, ini proyek kita semua,” ungkap Serka Jamaluddin kepada RRI di Subang, Sabtu 6 Juni 2026.
Antusiasme warga paling terasa dari cerita sederhana. Mak Ucih, 72 tahun, pedagang kue keliling, mengaku sudah lama menanti. “Kalau jembatan ini jadi, saya nggak takut lagi ke pasar waktu hujan. Terima kasih sebelumnya untuk Pak TNI,” katanya sambil menunjuk lokasi jembatan.
Sementara itu, Kadus Marjim Kiki Jawahir menyambut baik, atas pembangunan jembatan ARMCO oleh Kodim 0605/Subang. Karena menurutnya dengan dibangunnya jembatan ARMCO tersebut, aktivitas warga di 5 dusun di Desa Ciasem Tengah akan terkoneksi dengan lancar.
“Kami siap tenaga dan pikiran. Jembatan ini buat adik-adik kami yang sekolah. Dulu kami rasain susahnya, sekarang giliran kami bantu, biar mereka nggak ngerasain lagi kesulitas saat hendak berangkat sekolah,” tutur Kiki.
Tahap persiapan sudah dimulai, dan semangat warga sudah lebih dulu menyala. Kepala Desa Ciasem Tengah, Mista Rangun menyambut rencana ini dengan penuh syukur.
“Atas nama seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih kepada TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0605/Subang. Meski masih persiapan, kehadiran TNI sudah memberi harapan besar bagi kami,” ungkapnya saat meninjau lokasi bersama Babinsa, Jumat 5 Juni 2026.
Harapan itu beralasan. Selama ini akses dari desa ke Pantura masih jadi kendala utama. Saat musim hujan, sungai meluap dan warga harus memutar jauh, atau menunda aktivitas.
Para petani sering terlambat mengirim hasil panen, anak sekolah kadang harus libur, dan ibu-ibu pedagang menahan dagangannya di rumah. Jembatan ARMCO yang akan dibangun ini menjawab atas semua keluhan itu.
“Manfaat yang ditunggu warga sangat nyata. Dengan jembatan baru, pengangkutan hasil pertanian seperti padi, jagung, dan sayur akan lebih cepat dan murah. Anak-anak bisa berangkat sekolah tanpa rasa cemas. Warga yang berobat ke Puskesmas atau bekerja ke luar desa juga punya jalur aman 24 jam. Ekonomi desa diprediksi ikut bergerak,” tegasnya.
Pemerintah desa berharap, sinergi ini terus berlanjut sampai jembatan selesai dan bisa digunakan. Dengan akses ke Pantura yang lancar, Ciasem Tengah optimis bisa meningkatkan hasil pertanian, dan membuka peluang usaha baru.
“Tapi di atas semua itu, yang paling berharga adalah rasa aman dan optimisme yang kembali tumbuh,” tandas Kades Ciasem Tengah.
Sementara itu, Komandan Kodim 0605/Subang Letkol (Czi) Asep Saepudin menjelaskan, tahap persiapan meliputi survei lokasi, pengukuran teknis oleh Satuan Zeni, koordinasi dengan pemerintah desa, dan pengerahan material. “Ini wujud komitmen TNI AD membantu mengatasi kesulitan rakyat. Sesuai tugas pokok, TNI tidak hanya menjaga pertahanan, tapi juga hadir membangun kesejahteraan masyarakat,” tegas Letkol Asep Saepudin.
Pembangunan jembatan ARMCO juga menjadi cerminan kemanunggalan TNI-Rakyat. Sejak tahap awal, warga Ciasem Tengah sudah aktif.
“Mereka ikut membersihkan lokasi, menyiapkan tenaga, dan berdiskusi dengan Koramil Ciasem. Gotong royong ini yang membuat persiapan berjalan cepat, meski medan cukup menantang,” tuturnya.
Letkol Asep menambahkan, karya bakti seperti ini, selaras dengan 8 Wajib TNI dan Perintah Harian Kasad. “TNI harus menjadi solusi, bukan beban. Jembatan ini nanti bukan hanya penghubung fisik, tapi penghubung harapan antara pemerintah, TNI, dan rakyat,” ujar Dandim.
Pemilihan jembatan ARMCO bukan tanpa alasan. Struktur baja ringan ini cepat dipasang, kuat menahan beban, dan cocok untuk kondisi sungai di Ciasem Tengah. Kodim 0605/Subang menargetkan, begitu persiapan selesai, pembangunan fisik bisa langsung dikebut, agar warga segera merasakan manfaatnya.
Kodim 0605/Subang memastikan akan mengawal proses pembangunan sampai tuntas. Karena bagi TNI, tugas tidak selesai saat pondasi ditanam. Tugas selesai saat warga benar-benar bisa melintas dengan aman, tersenyum, dan melangkah ke masa depan yang lebih baik.
(Susi).
















