banner 728x250
Berita  

Massa Demo di Mapolresta Bogor Kota, Tuntut Keadilan Kasus Tewasnya Affan Kurniawan

banner 120x600

Bogor, (PJN) – Sejumlah elemen masyarakat di Kota Bogor, Jawa Barat, turut menggelar demo menuntut keadilan atas insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob melindas pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). Massa yang tergabung dari mahasiswa dan komunitas ojol ini berunjuk rasa tepat di depan Kantor Mapolresta Bogor Kota, Jumat (29/8/2025) sore.

 

Dalam aksinya, massa turut membakar sebuah ban bekas. Tak sampai di situ, gerbang Mapolresta Bogor Kota juga menjadi sasaran aksi corat-coret atau vandalisme yang dilakukan para pedemo. Mereka juga membentangkan sebuah spanduk besar yang ditempel di gerbang Mapolresta Bogor Kota bertuliskan “28/8/2025. 1 Nyawa Dilindas Dengan Tragis. RIP Affan Kurniawan (alm).”

 

Massa juga terlihat mendorong serta menendang gerbang karena sempat tak diizinkan masuk. Pasukan aparat kepolisian pun disiagakan untuk menjaga kondusifitas keamanan. Namun, para pedemo kemudian berhasil masuk ke halaman Mapolresta Bogor Kota.

 

Keadaan mulai membaik setelah pimpinan kepolisian yang diwakili Kabag Ops Polresta Bogor Kota Komisaris Polisi Nana Suryadi menemui para pendemo. Perwakilan massa aksi, Bagus, mengungkapkan unjuk rasa ini merupakan bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan lainnya yang juga melakukan hal serupa di beberapa wilayah.

 

Bagus mengatakan, tuntutan yang disampaikan adalah meminta keadilan agar oknum anggota Brimob di dalam rantis Brimob yang melindas Affan hingga tewas dihukum sesuai perbuatannya. “Tuntutan kami hari ini jelas, kami meminta kepada jajaran kepolisian untuk menangkap dan mengadili seadil-adilnya pelaku penabrakan yang menyebabkan driver ojol sampai meninggal dunia,” ucapnya. “Kami di Bogor bersama kawan-kawan lintas profesi merasa sangat prihatin dengan kondisi saat ini, di mana masyarakat ketika ingin menyampaikan pendapat justru dihalang-halangi,” sambungnya. Bagus meminta agar segala bentuk kekerasan maupun intimidasi yang dilakukan aparat kepolisian dalam situasi unjuk rasa tidak lagi terjadi.

 

“Harapannya, Pak Kapolresta bisa menyampaikan tuntutan kami ini ke atasannya untuk mengkondisikan anggotanya di lapangan saat menghadapi massa aksi,” imbuhnya. Massa demo kemudian membubarkan diri usai aspirasinya diterima oleh perwakilan Polresta Bogor Kota. Unjuk rasa tersebut sempat membuat suasana arus lalu lintas di depan Mapolresta Bogor Kota tersendat.

 

Sejumlah warga yang melintas juga turut menyaksikan unjuk rasa tersebut.

 

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *