banner 728x250
Berita  

Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Mulai Disalurkan, Ada Penebalan Sembako untuk Bulan November-Desember 2025

banner 120x600

BOGOR, (PJN) — Kabar gembira bagi keluarga penerima manfaat, pemerintah melalui Kemensos telah melakukan penyaluran bansos PKH dan BPNT untuk periode Oktober-Desember 2025, serta penebalan bantuan sembako untuk bulan November-Desember 2025.

Dikutip dari YouTube Info Bansos, penyaluran bansos PKH dan BPNT ini merupakan bentuk upaya pemerintah dalam mempertahankan ekonomi di akhir tahun.

Berdasarkan laporan dari media nasional, upaya ini menunjukkan adanya perkembangan yang positif, menjadi faktor utama dalam memperkuat daya beli masyarakat dan mendukung keberlangsungan UMKM di tengah harga pangan yang tidak stabil.

Selain itu, hasil dari pemantauan melalui aplikasi sistem informasi kesejahteraan sosial next generation (SIKS-NG) terlihat tanda-tanda pencarian bansos di berbagai daerah.

Sejumlah bukti penarikan dana bansos mulai dari Rp600.000 hingga Rp2 Juta. Nominal tersebut tergantung dengan jenis bantuan yang diterima oleh KPM.

Pihak kemensos menegaskan bahwa sistem verifikasi dan validitas data tetap berlaku dan sedang berlangsung selama proses penyaluran bansos.

Hal ini bertujuan untuk memberikan bansos secara tepat sasaran. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, beberapa KPM baru dilaporkan telah mencairkan dana bansos. KPM baru lainnya masih memiliki terkendala pada tahap pengecekan rekening di dukcapil dan perbankan.

Program penebalan sembako bagi KPM yang menerima BPNT diberikan sebagai bentuk tambahan bansos kepada KPM.

Program ini memberikan bansos berupaya 10-20 kg per bulan dan minyak goreng untuk periode November-Desember.

Selain info program bansos tersebut, diketahui bahwa Kemensos tengah menguji sistem digitalisasi perlindungan sosial tahun 2025.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi,meminimalisir tumpang tindih data dalam proses penyaluran bansos tahap 4.

Sementara itu, bantuan PKH yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah juga mulai memasuki tahap keempat.

Pencairan difokuskan bagi KPM yang sebelumnya tertunda pada tahap ketiga serta penerima baru hasil validasi.

Program PKH sendiri telah lama menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin.

Bagi penerima PKH, bantuan biasanya diberikan secara rapel untuk tiga bulan sekaligus, dengan nominal rata-rata Rp600 ribu per tahap.

Adapun bagi penerima BPNT, setiap keluarga berhak menerima bantuan senilai Rp200 ribu per bulan yang dicairkan dalam bentuk saldo elektronik untuk pembelian kebutuhan pangan pokok.

Hingga pekan kedua Oktober, sebagian besar penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia, terutama wilayah timur, dilaporkan telah mulai mencairkan bantuannya melalui bank penyalur seperti Bank Mandiri dan Bank BRI.

Meski begitu, masih ada daerah yang menunggu proses verifikasi lanjutan sebelum bantuan bisa diterima.

Kemensos mengimbau masyarakat penerima manfaat untuk secara rutin memantau status bantuan melalui aplikasi Cek Bansos atau SIKS-NG

Serta berkoordinasi dengan pendamping PKH/BPNT setempat apabila menemui kendala dalam pengecekan rekening atau proses pencairan.

Upaya ini diharapkan mampu memberikan dukungan nyata bagi jutaan keluarga prasejahtera di Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen negara dalam menjaga kesejahteraan rakyatnya.”pungkasnya

 

 

 

(Opik/inel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *