BANDUNG, (PJNN) – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat bersama PT Jasa Sarana resmi mengoperasikan Feeder 1 Metro Jabar Trans dengan rute Simpang Soekarno Hatta–Kiara Condong–Pasar Baru ABC.
Kehadiran layanan feeder ini menjadi langkah awal transformasi angkutan kota (angkot) menuju sistem transportasi publik modern yang terintegrasi di wilayah dalam era pemerintahan Dedi Mulyadi.
Plt Direktur PT Jasa Sarana Beni Cahyadi menjelaskan bahwa layanan ini menghubungkan kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi, dan koridor utama Bus Rapid Transit (BRT) Metro Jabar Trans.“Untuk memberikan mobilitas yang lebih mudah, nyaman, dan efisien bagi warga Bandung dan sekitarnya,” katanya,
Jumat (25/10/2025). Feeder Metro Jabar Trans sepenuhnya menggunakan sistem pembayaran nontunai melalui kartu uang elektronik dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA, serta Kartu Multi Trip (KMT) milik KAI Commuter. Uji coba sendiri sudah dijalankan sejak 1 Oktober 2025.
Layanan ini mirip dengan yang sudah beroperasi di Jakarta, juga terintegrasi dengan sistem Metro Jabar Trans, sehingga berlaku tarif integrasi antarmoda. Dalam waktu 120 menit sejak tap pertama, penumpang yang berpindah dari atau ke moda Metro Jabar Trans tidak dikenakan biaya tambahan (Rp0).
BACA JUGA Pramono Resmikan Jalur Baru Transjabodetabek Bekasi-Dukuh Atas Perjalanan AQUA di Pasar Saham Indonesia, Tender Offer Rp500.000 per Lembar Perhitungan Pesangon PHK Karyawan 2025, Maksimal 19 Kali Upah “Tarif khusus pun berlaku bagi pelajar/mahasiswa, lansia dan penyandang disabilitas pada layanan feeder ini, sehingga diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap transportasi publik yang inklusif dan terjangkau,” paparnya.
Feeder Metro Jabar Trans memanfaatkan armada angkot eksisting yang bertransformasi menjadi feeder modern. Dalam implementasinya, Dinas Perhubungan Jawa Barat bersama PT Jasa Sarana menggandeng koperasi, pemilik angkutan kota, dan pengemudi untuk menjadi bagian dari sistem layanan baru tersebut.
“Melalui skema ini, diharapkan terjadi transformasi bertahap dari angkutan kota konvensional menuju feeder terstandarisasi, dengan peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan,” katanya. Selain rute Simpang Soekarno Hatta–Pasar Baru ABC, pemerintah daerah tengah mempersiapkan dua rute feeder tambahan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2025.
“Langkah ini merupakan bagian dari visi besar transformasi angkutan kota menjadi transportasi publik yang modern, terintegrasi, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(OPIK. N)
















