BANDUNG, (PJNN) — Menghadapi intensitas hujan yang mulai meningkat di penghujung tahun 2025, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, genangan, dan kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem. Menurut Farhan, persoalan banjir di Kota Bandung sering kali bukan hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga perilaku manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan.
Banjir itu sering kali terjadi karena kesalahan kita bersikap. Ini tanggung jawab kita semua. Pastikan tali air tidak tersumbat, gorong-gorong tidak terhalangi oleh bangunan apa pun, dan pemeliharaan drainase terus digencarkan,” ujar Farhan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (5/11/2025).
Farhan juga mengingatkan warga untuk berhati-hati terhadap kondisi rumah dan lingkungan sekitar. Curah hujan tinggi disertai angin kencang dapat menyebabkan atap roboh, rumah ambruk, hingga pohon tumbang seperti yang terjadi di kawasan Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (4/11/2025).
Mari kita jaga bersama dengan sangat hati-hati. Bila warga melihat ada pohon yang dikhawatirkan dapat menimbulkan bahaya, jangan memotong sendiri. Silakan berkoordinasi terlebih dahulu dengan camat atau lurah setempat agar bisa diteruskan kepada DPKP,” kata Farhan. Ia memastikan Pemkot Bandung terus memperkuat langkah mitigasi bencana dengan membersihkan saluran air, memantau kondisi pohon rawan tumbang, serta menyiagakan petugas kebersihan dan penanganan cepat darurat di tiap wilayah.
Melalui kolaborasi dan kesadaran bersama, Farhan berharap masyarakat dapat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko bencana di musim penghujan. “Jika mengalami kejadian darurat bisa menghubungi layanan kegawatdaruratan melalui 112,” ujarnya.
(Gilang).
















