banner 728x250

Hanyut 4 Km di Sungai Parakandawa Wonosobo, Lansia Ditemukan Meninggal

banner 120x600

WONOSOBO, (PJNN) – Narti (65), lansia dari Dusun Parakandawa, Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Parakandawa, Senin (10/11/2025) pagi.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak Minggu (9/11/2025) sore setelah menanam padi di sawah.

Ia diduga terpeleset dan jatuh ke sungai. Jenazahnya ditemukan sekitar 4 kilometer dari lokasi awal. Sebelumnya, korban diketahui masih beraktivitas di sawah hingga sore hari. Namun, menurut laporan warga, korban belum juga pulang ke rumah hingga menjelang malam.

Warga bersama pemerintah desa setempat kemudian melakukan pencarian di area sawah, kebun, dan sekitar sungai. Namun, hingga malam hari, hasilnya nihil

Habib, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) dan SAR Kaliwiro mengatakan, saat pencarian kondisi sungai meluap. Sehingga warga tidak berani menyebrang karena banjir.

Korban terakhir terlihat masih mencari sayur di kebun setelah menanam padi. Saat itu, kondisi sungai meluap dan beberapa warga tidak berani menyeberang karena banjir,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (10/11/2025).

” Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari SAR Kaliwiro, BPBD Wonosobo, Polsek Kaliwiro, Koramil Kaliwiro, Pemerintah Desa Kaliguwo, Puskesmas Kaliwiro, BAGANA, SAR MTA Wonosobo, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian. Pencarian difokuskan di area sungai yang melintasi sawah dan kebun. Tim dibagi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sepanjang aliran Sungai Parakandawa.

“Sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi (Senin 10/11/2025), salah satu SRU menemukan korban di sungai sekitar 4 kilometer dari titik awal dugaan korban terpeleset,” terang Habib.

korban dilaporkan hilang sejak Minggu (9/11/2025) sore setelah menanam padi di sawah.

Jenazahnya ditemukan sekitar 4 kilometer dari lokasi awal. Sebelumnya, korban diketahui masih beraktivitas di sawah hingga sore hari. Namun, menurut laporan warga, korban belum juga pulang ke rumah hingga menjelang malam.

Warga bersama pemerintah desa setempat kemudian melakukan pencarian di area sawah, kebun, dan sekitar sungai. Namun, hingga malam hari, hasilnya nihil. Habib, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) dan SAR Kaliwiro mengatakan, saat pencarian kondisi sungai meluap. Sehingga warga tidak berani menyebrang karena banjir.

“Korban terakhir terlihat masih mencari sayur di kebun setelah menanam padi. Saat itu, kondisi sungai meluap dan beberapa warga tidak berani menyeberang karena banjir,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (10/11/2025).

tim gabungan yang terdiri dari SAR Kaliwiro, BPBD Wonosobo, Polsek Kaliwiro, Koramil Kaliwiro, Pemerintah Desa Kaliguwo, Puskesmas Kaliwiro, BAGANA, SAR MTA Wonosobo, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian. Pencarian difokuskan di area sungai yang melintasi sawah dan kebun. Tim dibagi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sepanjang aliran Sungai Parakandawa.

“Sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi (Senin 10/11/2025), salah satu SRU menemukan korban di sungai sekitar 4 kilometer dari titik awal dugaan korban terpeleset,” terang Habib. Korban kemudian dievakuasi dan dilakukan identifikasi oleh pihak kepolisian serta tim medis.

“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau kejanggalan. Setelah itu, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman desa setempat.

“Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan aman dan lancar. Semua unsur terlibat saling bahu-membahu sejak awal laporan hingga operasi SAR ditutup,” tambah Habib.

Atas kejadian ini, relawan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air meningkat setelah hujan.

 

 

(Nasirin). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *