BOGOR,(PJNN) – Pemerintah Kabupaten Bogor bertekad akan melakukan pengembangan Geopark Gunung Salak (dulu disebut Geopark Pongkor) setelah menerima aset Pusat Informasi Geologi (PIG) Bogor Halimun Salak dari Badan Geologi Kementrian ESDM.
Penyerahan PIG ini secara simbolis digelar di Bali diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mewakili Bupati Bogor.
Ajat mengatakan bahwa dalam memaksimalkan PIG, tidak hanya sebagai pusat edukasi geologi, tetapi juga sebagai destinasi wisata unggulan yang terintegrasi di jantung kota.
PIG akan dikembangkan secara terpadu bersama, Taman Siliwangi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan ruang publik terbuka.
Situ Cikaret sebagai destinasi wisata air dan ruang rekreasi perkotaan, kemudian Bogor Planning Gallery (BPG) sebagai pusat edukasi pembangunan daerah, sehingga membentuk alur wisata edukatif perkotaan yang lengkap dan saling terhubung.
“Pak Bupati Bogor ingin PIG tidak berdiri sendiri. Kita integrasikan dengan Taman Siliwangi agar menjadi kawasan wisata edukatif yang lengkap ada unsur sejarah, edukasi geologi, dan ruang interaksi publik,” kata Ajat dalam keterangannya, Senin (17/11/2025).
“Ke depan, PIG juga akan dikolaborasikan dengan fasilitas edukasi lainnya sehingga tercipta paket wisata edukasi komprehensif bagi pelajar dan wisatawan,” imbuhnya.
Ajat menambahkan, Bupati Bogor mengarahkan agar PIG Kabupaten Bogor dikembangkan secara terpadu sehingga menjadi satu kawasan edukasi yang memadukan sejarah, geologi, dan ruang publik ramah masyarakat.
“Harapannya, anak-anak datang ke PIG bukan hanya belajar geologi, tapi mengetahui masa lalu dan masa depan Kabupaten Bogor. Semua terintegrasi dalam satu alur edukasi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bogor, kata dia, menjadikan keberhasilan Kabupaten Banyuwangi sebagai rujukan.
Banyuwangi terbukti mampu menarik hampir 16.000 pengunjung per tahun melalui pengelolaan PIG yang dikembangkan sebagai wisata edukasi.
Diketahui, Kabupaten Banyuwangi menerima penyerahan aset PIG Geopark Ijen pada tahun 2024 lalu.
Kesuksesan Banyuwangi, kata Ajat, menunjukkan bahwa wisata geologi memiliki daya tarik besar dan peluang ekonomi yang menjanjikan.
“Kami optimistis bahwa PIG di Kabupaten Bogor jika dikelola secara kreatif dan terintegrasi, dapat mendatangkan wisatawan dalam jumlah signifikan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal,” ungkapnya.
Penyerahan aset PIG dari Pemerintah Pusat ini, kata dia, menjadi langkah konkret pertama bagi Pemkab Bogor untuk meningkatkan kualitas wisata edukatif dan memperkuat posisi Geopark Gunung Salak sebagai destinasi geowisata nasional.
(Deni).
















