banner 728x250

Evakuasi Longsor Banjarnegara Dilakukan dengan Pengamanan Ketat, 18 Korban Masih Hilang

banner 120x600

WONOSOBO, (PJNN) – Proses evakuasi korban longsor di Kabupaten Banjarnegara dilakukan dengan pengamanan ketat karena kondisi tanah masih bergerak. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyebut evakuasi baru bisa dimulai dua hari pascakejadian demi keselamatan tim.

Setelah dua hari, alat berat diturunkan untuk mencari belasan warga yang tertimbun. “Pada hari pertama dan kedua belum bisa dilakukan evakuasi karena tanah masih bergerak. Secara geologi hari ini pun sebenarnya belum bisa naik, tetapi karena jumlah korbannya banyak, dengan keamanan maksimal kita masuk,” jelasnya dalam konferensi pers di Wonosobo, Jumat (21/11/2025).

Delapan Korban Ditemukan, Belasan Masih Hilang

Hingga hari keempat pascalongsor, tim gabungan menemukan delapan korban satu pada hari pertama dan tujuh pada hari berikutnya.

Namun beberapa jenazah ditemukan dalam kondisi terpisah sehingga belum dihitung sebagai korban teridentifikasi.

“Yang sudah kami catat masih 18 yang hilang. Ada body part, tetapi belum kami hitung karena masih dicari bagian tubuh lainnya,” ujarnya.

Suharyanto memastikan kebutuhan dasar warga terdampak mencukupi. Bantuan makanan, hunian sementara, layanan kesehatan, dan buffer logistik disalurkan tidak hanya oleh BNPB tetapi juga Kemensos, Kemenkes, pemerintah provinsi, serta kabupaten sekitar.

“Permakanan, tempat tinggal, kebutuhan dasar manusia ini relatif terpenuhi. Semua pihak membantu,” tegasnya.

*Tantangan UtamaMitigasi Sebelum Bencana.*

Ia menilai penanganan tanggap darurat dan rehabilitasi pascabencana semakin solid, namun mitigasi sebelum bencana harus terus diperkuat, terutama di wilayah rawan gerakan tanah seperti Banjarnegara.

“Setelah terjadi bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi rekonstruksi semakin baik karena semua unsur padu.Tapi yang harus terus kita tingkatkan adalah mitigasi sebelum terjadi bencana,” ujarnya.

Longsor Banjarnegara terjadi pada Minggu (16/11/2025), menyebabkan ratusan warga mengungsi dan 28 orang tertimbun.

 

 

(Nasirin). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *