banner 728x250

Warung Enthok Bu Ali, Legenda Kuliner Pedesaan Wonosobo yang Selalu Diburu Pembeli

banner 120x600

WONOSOBO, (PJNN) — Siapa yang menyangka, sebuah warung sederhana di depan gapura Dusun Prumbanan, Desa Purwojati, Kecamatan Kertek, Wonosobo, justru menjadi jujugan pecinta kuliner pedesaan dari berbagai daerah.

Warung Enthok Bu Ali yang kini dikelola oleh anaknya telah beroperasi lebih dari 25 tahun dan tetap menjadi salah satu kuliner paling direkomendasikan di Kabupaten Wonosobo.

Menurut penuturan sang anak, di masa kejayaan sebelum pandemi, warung ini mampu menghabiskan 10–15 kg beras dan 15 ekor enthok setiap hari. Meski pasca COVID-19 jumlahnya menurun menjadi sekitar 10 ekor per hari, masakan tetap ludes sebelum waktu dzuhur pertanda warung ini masih sangat diminati.

Rasa Rumahan yang Menggugah Selera

Menu andalannya tentu saja pedesan enthok. Dimasak ala masakan rumahan dengan bumbu khas yang meresap sempurna, daging enthoknya empuk, lembut, dan sama sekali tidak berbau amis.

Ditambah harga yang ekonomis, menjadikan warung ini pilihan tepat untuk pecinta kuliner tradisional.

Pelengkapnya pun tak kalah menggoda, mulai dari sayur lombok, sambal goreng jeroan enthok, hingga tempe kemul hangat yang selalu jadi favorit pengunjung.

Bagi banyak orang yang baru pertama kali mencicipi daging enthok, warung ini sering menjadi “tempat pertama” yang langsung menciptakan kesan positif.

Porsi nasi yang cukup banyak, rasa gurih, dan tekstur lembut daging membuat banyak pelanggan kembali lagi.

Suasana Tradisional yang Otentik

Salah satu keunikan Warung Enthok Bu Ali adalah suasananya yang benar-benar tradisional.

Ruang makan pengunjung menjadi satu dengan dapur, lengkap dengan tungku kayu bakar yang masih digunakan untuk memasak. Asap tipis, aroma bumbu, dan hawa dingin khas Wonosobo menjadi pengalaman tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain.

Meski tempatnya cukup sempit sehingga harus berbagi giliran dengan pelanggan lain, hal ini justru menjadi bukti betapa ramainya peminat.

Warung ini awalnya dikelola langsung oleh Bu Ali, yang menurut penuturan anaknya, telah wafat sekitar 1,5 tahun lalu.

Sang anak telah ikut membantu sejak tahun 2006 dan kini meneruskan usaha legendaris tersebut dengan tetap menjaga cita rasa asli racikan ibunya.

Dengan lokasi yang mudah ditemukan tepat di depan gapura selamat datang Dusun Prumbanan Warung Enthok Bu Ali menjadi destinasi kuliner wajib bagi siapa pun yang ingin merasakan kelezatan pedesan enthok khas pedesaan Wonosobo.

 

 

(Nasirin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *