SUKABUMI, (PJN) — Tongkat kepemimpinan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi kini resmi berpindah tangan. Jabatan strategis tersebut kini diemban oleh Nunung Nurhayati, menggantikan Syahril Hidayat yang sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) yang juga sebagai sekretaris.
Rotasi dan mutasi pejabat yang digelar beberapa waktu lalu menandai babak baru dalam perjalanan DLH Sukabumi, terutama dalam upaya memperkuat gerakan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah yang lebih modern serta partisipatif.
Dalam wawancaranya, Kadis DLH Nunung Nurhayati menyampaikan rasa syukur atas amanah baru yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa DLH ke arah yang lebih progresif dan responsif terhadap berbagai persoalan lingkungan.
“Saya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya. Ke depan, DLH akan fokus pada peningkatan kesadaran masyarakat dan memperkuat sinergi lintas sektor,” ujar Nunung Nurhayati, penuh semangat.
Nunung menekankan pentingnya kolaborasi dari hulu ke hilir dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ia berencana menggandeng berbagai elemen, mulai dari pemerintah desa, komunitas peduli lingkungan, hingga pelaku dunia usaha.
“Fokus kami adalah mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber dan menjaga kawasan hijau tetap lestari. Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton,” ucapnya.
Lebih jauh, Nunung juga menyoroti pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam tata kelola lingkungan. Ia berencana mengoptimalkan sistem pelaporan cepat berbasis teknologi untuk menindaklanjuti setiap aduan masyarakat.
“Dengan dukungan digitalisasi, respon terhadap persoalan lingkungan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien. Kami ingin setiap keluhan atau laporan masyarakat ditangani dengan sigap,” terangnya.
Selain itu, DLH di bawah kepemimpinannya akan memperkuat sejumlah program strategis, seperti penanaman pohon massal, pengembangan taman kota yang ramah masyarakat, serta membentukan bank sampah terpadu di setiap kecamatan.
Program-program tersebut kata Nunung lagi, diharapkan menjadi langkah nyata menuju Sukabumi yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan yakni dengan menggugah kesadaran bersama akan pentingnya menjaga bumi Sukabumi.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Ketika kita merawat bumi, kita sedang menjaga masa depan Sukabumi,” tuturnya dengan nada penuh makna.
(FAHRI).
















