banner 728x250

SPBU di Kota Tasikmalaya Teken Pakta Integritas Usai Kasus BBM Tercampur Air.

banner 120x600

TASIKMALAYA, (PJNN) — Insiden BBM bercampur air yang terjadi di salah satu SPBU Kota Tasikmalaya pada November lalu mendorong seluruh pemangku kepentingan energi mengambil langkah korektif.

Rabu 3 Desember 2025, Pemerintah Kota Tasikmalaya, aparat penegak hukum, Pertamina Patra Niaga, serta para pengusaha SPBU yang tergabung dalam Hiswana Migas DPC Priangan Timur menandatangani Pakta Integritas Bersama guna memastikan kasus serupa tidak kembali terulang.

Penguatan mutu BBM ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi masa padat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pertemuan bertema Jaga Energi Bersama Elemen Masyarakat di Kota Tasikmalaya tersebut digelar di Mutiara Seafood Restaurant, Jalan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Penandatanganan pakta integritas ini merupakan tindak lanjut kasus di SPBU 34-46109 Jalan Perintis Kemerdekaan.

SPBU tersebut sempat ditutup setelah BBM jenis Pertalite di tangki pendam ditemukan terkontaminasi air.

Pada 6 November 2025 lalu, SPBU juga membuka posko pengaduan bagi warga yang terdampak.

Sales Branch Manager Ritel 4 PT Pertamina Bandung, Faisal Fahd, menyampaikan bahwa proses perbaikan sarana dan prasarana di SPBU masih berlangsung, sehingga penyaluran BBM belum dapat dibuka kembali.

“Sampai sekarang masih belum bisa disalurkan karena kami ingin memastikan sarana prasarananya benar-benar diperbaiki sesuai aturan yang berlaku,” ujar Faisal.

Ia menegaskan perbaikan dilakukan menyeluruh, bukan hanya pada titik sumber masalah.

“Karena itu menyeluruh kaitannya,” terangnya.

Faisal menuturkan, menjaga kualitas BBM menjadi prioritas Pertamina, terlebih menjelang tingginya mobilitas masyarakat di akhir tahun.

“Komitmen ini untuk memastikan Pertamina menjaga kualitas, apalagi ini persiapan jelang Nataru,” tambahnya.

Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah dan aparat terus melakukan uji mutu di sejumlah SPBU lainnya.

Pemeriksaan meliputi pengecekan densitas serta pendeteksian potensi kandungan air dengan pasta khusus.

Sejumlah SPBU dinyatakan lolos uji dan aman beroperasi.

momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan BBM di Kota Tasikmalaya.

Insiden BBM tercampur air tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga menguji kredibilitas penyedia layanan energi.

Melalui komitmen baru ini, pemerintah, Pertamina, aparat, dan pengusaha SPBU menegaskan kesiapan memperkuat pengawasan, meningkatkan kepatuhan, serta memastikan setiap liter BBM yang diterima masyarakat sesuai standar mutu.

Isi Lengkap Pakta Integritas:

1. SPBU bertanggung jawab menjaga kualitas BBM sejak diterima ke tangki pendam hingga disalurkan ke konsumen.

2. SPBU berkomitmen memastikan tidak ada perubahan kualitas BBM selama penyimpanan hingga penyaluran.

3. SPBU wajib menjaga keandalan sarana dan prasarana penyimpanan serta penyaluran BBM.

4. SPBU berkewajiban meningkatkan kualitas layanan sesuai perhatian utama Pertamina.

5. SPBU berkomitmen mematuhi seluruh ketentuan terkait pelanggaran, sesuai perjanjian kerja sama dan peraturan perundang-undangan.

 

 

(Nurmala).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *